Gaya Hidup Mahasiswa

Sore itu dikelas Riset Operasional & Manajemen Produksi setelah membahas hasil ujian, Dosen saya mulai berceloteh terkait sistem dijurusan terutama yang dibuat oleh mahasiswanya (HIMA). Entah tiba-tiba beliau memanggil beberapa teman saya ke depan, dan layaknya model. Diperlihatkanlah style pakaian mereka didepan kelas.

Sayangnya tidak terfoto, nih tapi ada sedikit ilustrasi (sumber: google)

Ala Bengkel   II   Ala Mahasiswa  II  Ala Pengusaha

Ala Bengkel II Ala Mahasiswa II Ala Pengusaha

Nah saat teman saya maju dan memperagakan pakaiannya, barulah beliau menjelaskan. Begini kah tingkah laku Anda sekarang? Berbeda sekali Anda saat menjadi mahasiswa baru? Begini kah hasil dari proses kaderisasi?

Buat kalian yang bertanya “Apa tuh kaderisasi?”
Kaderisasi merupakan fase untuk membentuk karakter yang sesuai dengan dunia kampus. Diawal perkuliahan kami diajarkan terkait attitude, sopan santun, solid, dsb. Itulah parameter yang kami kejar. Disaat setelah kami lulus dari fase tersebut, nilai-nilai itu mulai ditinggalkan. Dalam benak saya, ada benar nya juga kenapa saya menjadi berubaha dan berbeda saat menjadi mahasiswa baru.

Menurut beliau,

gaya pakaian yang kalian pakai sekarang itu mencerminkan pribadi kalian, first impression jika orang lain melihatnya. Mereka langsung dapat menilai pribadi kalian.

Beliau sangat senang dengan pakaian gaya pengusaha, tapi beliau sangat miris melihat pakaian gaya tukang bengkel. Pakai sepatu di slop (diinjak belakangnya), celana bolong, potongan rambut ga sesuai, muka kusam, pakaian belum disetrika, wah serba kurang dah pokoknya. (kalo ilustrasi diatas masih bagus, hehe). Beliau berharap, jika kami belum bisa merubah cara berpakaian, sikap kita, tutur kata kita, jangan pernah mengader adik-adiknya. Karena apa yang dilihat adik-adik maba itu dapat dicontoh. Biasanya itu “Senior is Superior”, itu mindset yang sulit dihancurkan. Bahkan, saya pernah melihat bahwa ketika saya berpapasan dengan dosen lain dan terdapat adik maba berpapasan dengan saya. Apa yang bisa anda tebak? Adik maba itu malah menyapa saya dan tidak menyapa dosen tersebut.

Miris, dan itulah yang ditanyakan beliau. “Apa sistemnya yang salah? atau individu yang ada didalam sistem tersebut?”
Saya sebagai senior pun sulit untuk berargumen, memang penilaian personal dapat berakibat ke kelompok.

Lakukan hal yang wajar sebagai mahasiswa, dan dulang prestasi sebanyak-banyaknya, kembangkan idealis Anda. Ketika Anda sudah lulus, idealisme tersebut bisa saja hilang. Berpegang teruslah pada Al-Quran dan Hadits karena dari situlah ilmu kehidupan yang paling pas, baik pribadi Anda berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s